Penyakit Parkinson: Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentangnya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Penyakit Parkinson adalah salah satu kondisi medis yang paling tidak menyenangkan dan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Tapi bagaimana sebenarnya penyakit ini terjadi? Dan apakah benar-benar tidak ada obat untuk mengobatinya? Di blog post kali ini, kita akan membahas segalanya tentang Penyakit Parkinson - dari definisinya hingga tanda-tanda dan gejalanya, serta cara-cara untuk mencegahnya. Jadi jika Anda ingin meningkatkan pemahaman Anda tentang kondisi kronis ini, simaklah artikel kami ini!

Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan kerusakan sel-sel otak yang mengontrol gerakan. Penyebab pasti Parkinson hingga saat ini masih belum diketahui, namun diperkirakan berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan. Gejala utama Parkinson meliputi gangguan gerakan seperti tremor (getaran), kelainan postur, dan kesulitan bergerak. Penyakit ini biasanya mulai muncul pada usia 50 tahun ke atas dan semakin buruk seiring bertambahnya usia. 

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson. Kombinasi terapi medis, farmakologis, dan psikoterapi yang tepat dapat membantu memperbaiki gejala-gejala yang dirasakan penderita.

Penyakit Parkinson dapat diobati dengan berbagai cara, termasuk obat-obatan, terapi, dan operasi. Pertama, adalah penting untuk mendiagnosa penyakit ini secepat mungkin agar Anda dapat mendapatkan perawatan yang tepat. Kedua, perlu untuk mengidentifikasi mana yang paling cocok untuk Anda.

Ada beberapa opsi obat yang tersedia untuk mengobati penyakit Parkinson. Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk mengobati gejala penyakit ini adalah levodopa dan inhibitor MAO-B. Levodopa bekerja dengan meningkatkan kadar dopamin di otak, sementara inhibitor MAO-B bekerja dengan menghambat zat yang dibutuhkan untuk menguraikan dopamin. Selain itu, juga tersedia beberapa jenis obat lain seperti antikolinergika dan agonis D2 reseptor dopamine. Masalahnya adalah bahwa efek samping dari obat-obatan tersebut.

Pencegahan penyakit Parkinson dapat dilakukan dengan melindungi otot Anda dari kerusakan dengan cara:

  1. Mengurangi stres
  2. Berolahraga secara teratur
  3. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi
  4. Hindari alkohol dan merokok
  5. Mendapatkan cukup tidur
  6. Menjaga berat badan ideal 
  7. Melakukan skrining kesehatan secara teratur

Diagnosis penyakit Parkinson dapat menjadi pukulan bagi pasien dan keluarganya. Sementara itu, penyakit ini juga dapat memberikan tantangan yang menarik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana harus beradaptasi dengan diagnosis penyakit Parkinson:

  1. Jangan menyerah. Tergantung pada stadium penyakit, pasien Parkinson dapat hidup selama bertahun-tahun setelah didiagnosis. Oleh karena itu, penting untuk tetap optimis dan berfokus pada kehidupan yang Anda jalani sehari-hari.
  2. mintalah bantuan. Mulailah dengan mendiskusikan dengan dokter Anda dan keluarga apa yang Anda butuhkan untuk membantu Anda mengatasi penyakit ini. Ada beberapa organisasi nasional dan lokal yang siap untuk memberikan dukungan kepada mereka yang menderita Parkinson.
  3. Fokus pada kebutuhan Anda sendiri. Ketika Anda mul ai beradaptasi dengan penyakit ini, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebutuhan pribadi Anda. Pastikan pasien dan keluarganya mendapatkan waktu untuk bersantai, rekreasi, serta waktu untuk merenungkan situasi mereka.
  4. Pelajari lebih lanjut tentang penyakit Parkinson. Pasien dan anggota keluarganya harus mengetahui sebanyak mungkin tentang penyakit ini agar dapat mengambil tindakan yang tepat jika kondisi pasien berubah. Selain itu, informasi ini akan membuat mereka lebih peduli terhadap diagnosis tersebut.
  5. Belajarlah tentang manajemen gejala. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter tentang cara-cara yang berbeda untuk mengelola dan mengendalikan gejala Parkinson

Tags :
Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel