Mengapa Kerang Hijau Dapat Menjadi Indikator Kualitas Lingkungan

Jangan salah sangka dengan kerang hijau yang sering kita jumpai di pantai atau pasar ikan. Ternyata, kerang hijau bukan hanya sekadar makanan lezat, tetapi juga dapat menjadi indikator kualitas lingkungan! Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini.

Kerang hijau merupakan jenis kerang yang hidup di perairan dangkal dan berwarna hijau. Jenis ini sering ditemukan di sekitar pesisir dan telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia. Kerang hijau tidak hanya menjadi makanan penting bagi manusia, tetapi juga sering digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan.

Kerang hijau mengandung senyawa kimia yang disebut bisindol-3-ol (BSI), yang bersifat toksik bagi manusia dan hewan. BSI dapat bereaksi dengan oksigen di air untuk membentuk senyawa toksik lainnya, seperti karbonmonoksida (CO) danhipoklorit (ClO-). Konsentrasi CO dan ClO- yang tinggi dalam air dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernafasan. Selain itu, ClO- juga dapat merusak lapisan ozon (O3), yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet mat ahari yang berbahaya.

kerang hijau konsumsi

Kerang hijau dapat menjadi indikator kualitas lingkungan karena: 

  1. Kekayaan jenis: Kerang hijau hidup di berbagai habitat dan dapat mengindikasikan keberagaman ekosistem. Semakin banyak jenis kerang hijau yang ada di suatu tempat, maka kualitas lingkungannya semakin baik.
  2. Indikator polutan: Beberapa kerang hijau dapat mengabsorpsi polutan seperti logam berat dan karsinogen. Jika populasi kerang hijau sedkit berkurang, maka itu dapat menjadi pertanda adanya polutan yang berbahaya di lingkungan tersebut.
  3. Sumber daya air: Kerang hijau dapat hidup di daerah dengan kondisi air yang buruk (Contohnya: daerah gempa). Hal ini menunjukkan bahwa mereka tolerant terhadap perubahan kualitas air sehingga dapat dijadikan sebagai indikator kualitas air Lingkungan.
  4. Indikator suhu: Kerang hijau mudah terpengaruh oleh perubahan suhu dan juga dapat menjadi indikator kualitas lingkungan di daerah yang cukup panas atau dingin. Oleh karena itu, populasi kerang hijau yang lebih besar dapat memberikan petunjuk bahwa suhu lingkungan telah mencapai tingkat yang aman bagi kehidupan hewan lain di sekitarnya.

Degradasi lingkungan sering kali mengakibatkan kerusakan ekosistem dan habitat kerang hijau. Pertumbuhan dan reproduksi mereka dapat terganggu, sehingga mereka biasanya pergi menuju tempat-tempat yang lebih sehat. Secara umum, degradasi lingkungan akan menyebabkan berkurangnya populasi kerang hijau, karena ia merupakan salah satu bagian dari rantai makanan di alam. Jika populasinya berkurang, ini berarti ada sedikit mangsa untuk predator, sehingga beberapa predator akan mati karena kelaparan atau pindah ke tempat lain. Akibatnya, semua organisme yang tertarik pada rantai makanan tertentu akan terpengaruh, termasuk manusia.

Tags :
Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel