Mengapa Gunung Krakatau Selalu Aktif Sepanjang Tahun? Temukan Keunikan di Baliknya

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan alam Indonesia yang melimpah? Salah satunya adalah Gunung Krakatau yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia. Namun, apa yang membuatnya begitu istimewa dan mengapa ia selalu memancarkan kegiatan sepanjang tahun? Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang keunikan Gunung Krakatau dan segala hal menarik di balik aktivitasnya!

Gunung Krakatau adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Pulau Sumatra, Indonesia. Gunung ini dikenal sebagai gunung yang paling aktif di dunia, dan telah mengalami beberapa erupsi dalam sejarahnya. Salah satu erupsi besar yang pernah terjadi adalah erupsi 1883, yang menyebabkan hilangnya sepasang pulau, Krakatau dan Sertung

Gunung Krakatau selalu aktif sepanjang tahun karena letusan-letusannya yang sering terjadi. Erupasi Gunung Krakatau telah menyebabkan beberapa bencana besar, termasuk letusan 1883 yang merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat yang pernah tercatat. Letusannya menyebabkan Tsunami dengan ombak tertinggi sepanjang sejarah yang dapat dicatat, yaitu 35 meter. Tsunami ini menewaskan lebih dari 30.000 orang dan merusak ratusan ribu rumah di pulau-pulau sekitar Krakatau. Oleh karena itu, Gunung Krakatau sering disebut sebagai gunung berbahaya di Indonesia.

anak gunung krakatau

Dalam sejarah bencana gunung Krakatau, ada beberapa faktor yang telah membuat gunung ini selalu aktif. Pertama, letusan Krakatau sangat dahsyat dan kerap mengakibatkan gempa bumi serta tsunami. Oleh karena itu, Gunung Krakatau sering disebut sebagai “The Big One”. Selain itu, topografi Gunung Krakatau juga unik karena berbentuk conical dengan puncak yang rata. Ini berarti bahwa setiap kali terjadi erupsi, abu vulkanik dari puncak gunung akan langsung terbang ke udara tanpa adanya batasan atau halangan. Hal inilah yang menyebabkan Gunung Krakatau selalu aktif dan sulit untuk ditebak.

Aktivitas gunung Krakatau selalu terjadi sepanjang tahun. Hal ini disebabkan oleh erupsi yang sering terjadi di gunung Krakatau. Erupsi gunung Krakatau sendiri terjadi karena letusan internal di dalam gunung Krakatau. Letusan internal inilah yang membuat aktivitas gunung Krakatau selalu ada.

Gunung Krakatau mempunyai 3 kawah utama, yaitu Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Rakata. Letusannya dimulai dari kawah Rakata dekat laut (24/7/1883). Awalnya hanya berupa ledakan tektonik, namun setelap 5 jam kemudian ledakannya mulai bertambah besar sampai akhirnya meletus dengan sangat dahsyat pada pukul 10 malam (25/7), seperti halnya petir yang meletus tepat di atas puncak gunung.

Mendeteksi aktivitas gunung berapi sejak dini sangatlah penting untuk mengurangi resiko bencana. Untuk mendeteksinya, pengamatan dan penginderaan jarak jauh dilakukan secara rutin oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, BMKG juga menerapkan Sistem Informasi Operasional Monitoring Gunung Berapi Nasional (SIMGA) sebagai sarana untuk mendeteksi aktivitas gunung berapi dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di sekitar gunung.

Pencegahan terhadap bencana gunung berapi meliputi beberapa aspek, diantaranya:

  1. Pengurangan risiko dengan membangun sarana / fasilitas khusus guna mengurangi kerugian materil dan jiwa masyarakat akibat bencana gunung berapi;
  2. Penyebaran informasi / edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengantisipasi dan bertindak ketika terjadi bencana gun ung berapi;
  3. Penyedian peralatan keselamatan dan penyaringan untuk melindungi masyarakat dan petugas;
  4. Pemantauan secara berkala dan rutin dari para ahli gunung berapi, serta peningkatan kerja sama institusi terkait untuk memonitor aktivitas gunung berapi yang signifikan.

Tags :
Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel