Bahaya Rabies Jika Terkena Manusia

Apakah kamu tahu apa itu rabies? Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan jika tidak segera diobati. Meskipun jarang terjadi pada manusia, namun ketika seseorang terinfeksi rabies, efeknya bisa sangat fatal. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih lanjut tentang bahaya rabies dan cara mencegah serta mengobatinya. Yuk simak artikel ini sampai habis!

Apa Itu Rabies

Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies dan dapat menyerang hewan maupun manusia. Virus ini biasanya ditularkan melalui gigitan atau luka gores dari binatang terinfeksi, seperti anjing, kucing, rubah, dan kelelawar.
Anjing Terkena Rabies
Setelah masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan lainnya, virus akan menyebar ke sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan pada otak serta sistem saraf. Gejala awal infeksi rabies bisa sangat mirip dengan flu biasa seperti demam, sakit kepala, mual, lelah, dan tidak nafsu makan.

Namun seiring berjalannya waktu gejala akan semakin parah dan memburuk. Penderita akan mengalami kesulitan bernapas, kram otot di seluruh tubuh ,halusinasi bahkan sampai menjadi agresif atau paranoid. Kondisi ini bisa berakhir dengan kematian jika tidak segera mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Tidak hanya pada manusia namun rabies juga dapat membahayakan hewan peliharaan kita seperti anjing atau kucing jika mereka belum divaksinasi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk lebih waspada terhadap risiko penularan virus rabies ini agar dapat melakukan tindakan pencegahan secara dini sehingga kita bisa terhindar dari bahaya fatal akibat infeksi rabies tersebut.

Bagaimana rabies bisa terjadi pada manusia?

Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat pada manusia dan hewan. Virus rabies akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan atau cakaran binatang yang terinfeksi, serta dapat juga masuk melalui luka terbuka di kulit.

Virus rabies ini selanjutnya akan berkembang biak di otot-otot sekitar tempat masuknya virus tersebut selama beberapa hari. Kemudian, virus tersebut akan menyusup ke dalam sistem saraf pusat dan menyebar ke seluruh tubuh.

Saat sudah sampai di sistem saraf pusat, gejala awal biasanya mirip dengan flu seperti demam, sakit kepala dan lelah. Namun setelah itu, gejalanya semakin memburuk seperti menggigil ketakutan saat melihat air atau mendengar suara keras.

Rabies bisa terjadi pada siapa saja meskipun orang-orang yang berisiko tinggi adalah mereka yang bekerja dengan hewan seperti dokter hewan maupun petugas pemusnahan hewan liar. Oleh karena itu sangat penting bagi para pekerja tersebut untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan terhadap serangan virus ini.

Gejala rabies pada manusia

Gejala rabies pada manusia bisa sangat berbahaya dan mematikan jika tidak segera ditangani. Rabies disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat manusia, sehingga menyebabkan kerusakan otak dan kematian.

Seseorang yang terinfeksi rabies biasanya akan mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, lelah, serta nyeri di tempat gigitan. Selain itu, seseorang juga dapat merasakan rasa tidak enak badan umumnya atau gejala flu lainnya.

Namun setelah beberapa hari atau minggu kemudian, penderita akan mulai mengalami gejala-gejala lebih serius seperti kejang-kejang dan kesulitan untuk bernapas. Pada tahap ini mungkin sudah sulit bagi orang tersebut untuk disembuhkan bahkan dengan pengobatan medis yang intensif.

Jadi jika Anda pernah digigit hewan liar atau peliharaan tanpa vaksinasi lengkap atau mencurigai bahwa Anda telah terpapar virus rabies dalam waktu dekat ini maka sebaiknya segera cari bantuan medis agar bisa melakukan tindakan pencegahan dan penanganan sesegera mungkin.

Pencegahan rabies

Pencegahan rabies merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, terlebih jika kita tinggal di daerah dengan risiko penularan rabies yang tinggi. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan vaksin pada hewan peliharaan kita seperti anjing dan kucing.

Selain itu, hindari kontak langsung dengan hewan liar seperti kelelawar dan tupai karena mereka juga dapat membawa virus penyebab rabies. Jika harus berurusan dengan hewan liar tersebut, pastikan menggunakan alat perlindungan diri seperti sarung tangan dan masker.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah agar tidak menjadi tempat berkumpulnya hewan liar yang memicu penyebaran rabies. Bersihkan sampah secara teratur serta tutup rapat tong sampah agar tidak menarik perhatian hewan.

Terakhir, jika Anda atau seseorang dalam keluarga sudah digigit oleh binatang ternyata positif mengidap rabies atau dicurigai mengalami gejala-gejala awal penyakit ini (seperti demam, sakit kepala atau lelah), segera cari bantuan medis profesional untuk mendapatkan pengobatan sesegera mungkin.

Pengobatan rabies

Itulah bahaya rabies yang dapat terjadi pada manusia. Namun jangan khawatir, sekarang kita sudah mengetahui cara pencegahan dan pengobatan rabies.

Pengobatan utama untuk rabies adalah dengan memberikan vaksinasi anti-rabies secepat mungkin setelah terkena gigitan hewan yang diduga positif mengidap virus ini. Selain itu, perlu dilakukan perawatan intensif di rumah sakit agar gejala-gejalanya tidak semakin parah.

Namun sangat disayangkan bahwa pengobatan untuk kasus rabies masih belum bisa memastikan kesembuhan 100%. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta menjauhi kontak langsung dengan hewan liar atau peliharaan yang tidak divaksinasi.

Ingatlah selalu akan pentingnya keselamatan diri dan keluarga dari ancaman penyakit rabies ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua! 

Tags :
Previous article
Next article

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel